Sumber foto: bola.kompas.com
Media Tangkas - AC Milan yang telah menunjukkan perlawanan sengit saat di markas Liverpool, meski pada akhirnya kalah. Stefano Pioli yang telah percaya diri timnya akan tumbuh dari laga ini.
AC Milan yang telah mengalami kekalahan 2-3 saat bertandang ke Anfield, di hari Kamis (16/9/2021) dini hari WIB pada Matchday 1 Liga Champions. Tertinggal cepat akibat terjadinya gol bunuh diri Fikayo Tomori yang terjadi di menit ke-9, Milan yang lantas bangkit di menit-menit akhir babak pertama.
Ante Rebic telah menyamakan kedudukan di menit ke-42, lalu dirinya juga ikut mengkreasi gol kedua yang telah dibuat oleh Brahim Diaz. Milan hampir saja untuk membuat gol ketiga di menit pertama babak kedua, namun dianulir karena lebih dulu terjadi offside.
Milan kemudian harus kebobolan sebanyak dua gol, masing-masing oleh Mohamed Salah di menit 49 dan Jordan Henderson di menit ke-69. Pelatih Milan Stefano Pioli yang telah mengakui timnya telah melakukan kesalahan pada proses terciptanya dua gol itu.
Pertahanannya saat itu membiarkan Divock Origi berdiri bebas dan leluasa mengoper ke Salah yang menusuk dan lolos dari jebakan offside. Sementara pada gol yang kedua, tidak ada pemain yang telah menutup ruang tembak Henderson menyusul situasi sepak pojok.
Meski dengan demikian, ada sinyal-sinyal yang sangat menjanjikan dari pertandingan ini. Apalagi mengingat ini adalah penampilan pertama Diavolo Rosso di kompetisi Liga Champions setelah absen tujuh tahun.
"Liverpool yang telah memainkan pertandingan yang bagus terutama di 25 menit pertama. Lalu kami telah membalikkannya. Penyesalannya ada pada dua gol yang terjadi di babak kedua, yang juga karena kesalahan kami. Ini adalah pertandingan yang akan membuat kami tumbuh pesat dalam hal intensitas dan kualitas tim ini," ungkap Stefano Pioli kepada Sky Italia dikutip BBC.
"Tim telah termotivasi, kami sudah memperkirakan start kuat dari lawan, tapi kami terlalu statis. Situasi, pertandingannya, kualitas lawan, menciptakan sejumlah kesulitan buat kami."
"Kami yang harus pulang dengan kesadaran bahwa tim ini masih bisa tumbuh dan bahwa level Liga Champions itu sangat tinggi, kami yang bakal harus mencoba lebih keras. Mereka menekan sangat keras dan agak kesulitan dengan bola di awal."
"Yang kami sesali saat ini adalah, di samping kualitas Liverpool yang tidak usah diragukan lagi, kami tahu caranya untuk bermain lebih baik dan akan bekerja agar lebih baik lagi. Biasanya kami lebih berhati-hati, kami bisa saja bertahan lebih baik," imbuhnya.
