Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
Media Tangkas - Pernahkah kamu mengalami pusing, pusing, dan pingsan karena berdiri terlalu lama? Ada yang bilang karena belum sarapan atau belum makan seharian.
Sebenarnya pernyataan tersebut tidak salah karena tidak makan seharian bisa menimbulkan gejala yang berujung pada tekanan darah rendah atau hipotensi. Hipotensi terjadi ketika tekanan darah di arteri lebih rendah dari tekanan darah normal. Namun, terkadang penyebab hipotensi tidak hanya sesederhana tidak makan, tetapi juga ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan tekanan darah turun. Berikut ulasannya.
Memahami Tekanan Darah Rendah
Ketika darah mengalir melalui arteri, dinding arteri secara otomatis akan menerima tekanan. Tekanan ini merupakan ukuran kekuatan aliran darah atau yang sering kita sebut dengan tekanan darah.
Ada dua ukuran yang digunakan untuk mengukur tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan tekanan diastolik (angka bawah). Dilansir dari laman WebMD, tekanan darah normal memiliki ukuran berkisar antara <120 hingga <80. Sedangkan hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60.
Namun, nyatanya, tekanan darah seseorang bisa berfluktuasi sepanjang hari. Itu tergantung pada posisi tubuh kamu, ritme pernapasan, tingkat stres, kondisi fisik, obat yang kamu minum, makanan dan minuman yang kamu konsumsi, dan waktu. Tekanan darah biasanya paling rendah pada malam hari, kemudian meningkat tajam saat kamu bangun.
Berbagai Penyebab Tekanan Darah Rendah
Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor penyebab tekanan darah rendah, yaitu:
Kehamilan. Selama kehamilan, sistem peredaran darah berkembang pesat sehingga tekanan darah cenderung turun. Jangan khawatir, ini normal dan biasanya akan kembali normal setelah ibu melahirkan.
Masalah jantung. Beberapa kondisi jantung yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah termasuk detak jantung yang sangat rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung.
Masalah endokrin. Kondisi tiroid, seperti penyakit paratiroid, penyakit Addison, gula darah rendah (hipoglikemia) atau diabetes dapat memicu tekanan darah rendah.
Dehidrasi. Ketika tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang dibutuhkan, kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan, pusing, dan kelelahan. Demam, muntah, diare parah, minum diuretik, dan olahraga berat adalah beberapa penyebab dehidrasi.
Kehilangan darah. Kehilangan banyak darah dari cedera besar atau pendarahan internal dapat mengurangi jumlah darah dalam tubuh, menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah.
Infeksi berat (septikemia). Septikemia terjadi ketika infeksi dalam tubuh telah memasuki aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang mengancam jiwa (syok septik).
Anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh alergi makanan, obat-obatan tertentu, racun serangga, dan lateks. Anafilaksis dapat menyebabkan masalah pernapasan, gatal-gatal, gatal-gatal, tenggorokan bengkak, dan penurunan tekanan darah yang ekstrem.
Kurangnya nutrisi dalam makanan. Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat mencegah tubuh memproduksi cukup sel darah merah (anemia) yang menyebabkan tekanan darah rendah.
Selain kondisi kesehatan di atas, obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Obat-obatan ini termasuk:
Pil air (diuretik), seperti furosemide dan hidroklorotiazid.
Penghambat alfa, seperti prazosin.
Pemblokir beta.
Obat untuk penyakit Parkinson.
Beberapa jenis antidepresan, termasuk doxepin dan imipramine.
Obat untuk disfungsi ereksi, terutama bila diminum dengan obat jantung nitrogliserin.
Bagaimana Mengatasi Tekanan Darah Rendah?
Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan darah rendah karena yodium dapat meningkatkan tekanan darah.
Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa cara lain yang bisa kamu coba untuk mengatasi tekanan darah rendah, yaitu:
Ubah posisi secara perlahan atau sebisa mungkin agar tidak berdiri terlalu lama.
Minum banyak air untuk meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi.
Tidur dengan menumpuk 2-3 bantal agar saat bangun dan berdiri tidak mengalami penurunan tekanan darah yang drastis.
Kurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.
Minum secangkir kopi di pagi hari juga bisa membantu.
Itulah beberapa hal yang bisa membantu mengatasi tekanan darah rendah kamu. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
