Ilustrasi, sumber foto: Antara/Reno Esnir
Media Tangkas - Jelang diberlakukan larangan mudik Lebaran, jumlah kedatangan penumpang kereta api di wilayah Jawa Tengah mengalami peningkatan. Jumlah penumpang tersebut tersebar di sejumlah stasiun kereta api di wilayah Jawa Tengah.
Perlu diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik Lebaran yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021, guna mencegah penyebaran kasus COVID-19. Selain itu, pemerintah juga telah memberlakukan pembatasan perjalanan pada 22 April - 5 Mei 2021 dan 18 - 24 Mei 2021.
Jumlah penumpang kereta api melonjak 48 persen menjelang larangan mudik
Kepala PT KAI Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo mengatakan sebelum diberlakukannya larangan mudik, arus penumpang KA yang tiba di 19 stasiun jalur Pantura Jawa Tengah di kawasan Daop 4 Semarang mengalami kenaikan 48 persen dibandingkan dengan kondisi normal. Ada rata-rata 300 penumpang setiap hari.
“Lonjakan kedatangan penumpangnya gak signifikan karena masih bisa diantisipasi. Kira-kira kenaikannya 48 persen dibanding hari biasa. Sebab saat ini jumlah kereta api yang dioperasikan sangat terbatas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 3 Mei 2021.
Hanya 3 kereta yang beroperasi di Daop 4 Semarang dalam keadaan darurat
Wisnu mengatakan, dalam surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, ada verifikasi yang diberlakukan secara ketat bagi pengguna kereta api.
"Semua kereta berhenti beroperasi pada 6 sampai 17 Mei 2021, tapi ada sejumlah pengecualian," ujarnya.
Wisnu menjelaskan, sesuai mekanisme yang diterapkan Kementerian Perhubungan, baru tiga KA yang masih beroperasi. Yakni kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek, KA Maharani, dan KA Kedungsepur.
Dia mengatakan tiga kereta hanya beroperasi untuk keadaan darurat. Bagi warga yang ingin kembali ke kampung halaman pada 6-17 Mei, lanjutnya, harus memiliki izin resmi dari kelurahan. Bagi ASN Eselon IV juga diwajibkan membawa surat persetujuan dari atasannya.
“Aturan itu sudah tertuang dalam edaran yang diterbitkan Kemenhub. Maka bagi penumpang kereta api yang menempuh perjalanan dalam waktu aturan larangan mudik, jadi wajib punya surat dari lurah atau yang ASN harus dapat persetujuan dari atasannya," ujar Wisnu.
Penumpang kereta api harus membuktikan bahwa mereka memiliki urusan mendadak
Selain itu, dalam izin yang ditandatangani oleh kepala desa, warga juga harus membuktikan bahwa mereka mempunyai kebutuhan mendadak seperti sakit, saudara meninggal, persalinan dan lain sebagainya. Pihaknya sebagai operator kereta api akan melakukan verifikasi ketat untuk mengecek kebenaran alasan penumpang kereta api melakukan perjalanan.
"Sesuai surat edaran Kemenhub, nantinya kita lakukan verifikasi. Dan warga hanya boleh naik di kereta jarak tertentu saja. Seperti tujuan Surabaya ke Semarang dan Surabaya ke Jakarta," kata Wisnu.
PT KAI memberikan bantuan kepada porter di wilayah Jawa Tengah
Guna mendukung pelayanan yang maksimal, PT KAI menyediakan paket sembako senilai Rp. 328 juta kepada porter secara serentak di seluruh kantor perwakilan KAI di Indonesia.
Menurut Wisnu, kuli angkut alias porter berada di garda depan PT KAI yang bertugas membantu mengangkat barang bawaan penumpang kereta api, serta memberikan informasi dan fasilitas perjalanan di dalam stasiun.
“Di wilayah kita ada 112 porter yang dapat bantuan. Mencakup porter di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu. Bantuan ini untuk meringankan beban porter yang selama pandemik terdampak penurunan jumlah penumpang kereta api," katanya.
