Friday, August 27, 2021

Fadli Zon Singgung Sumbangan Akidi Tio, Jika Bohong, Kena Pasal

 

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon. /Twitter @fadlizon


Media Tangkas - Donasi Rp 2 triliun yang dijanjikan akan disumbangkan keluarga mendiang pengusaha Akidi Tio untuk membantu penanganan COVID-19, belum jelas apakah sudah disalurkan atau belum. Politisi Partai Gerindra Fadli Zon juga mengingatkan Akidi Tio untuk segera mentransfer donasi jumbo tersebut.


"Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah akan masuk sumbangan Rp2 T," kata Fadli melalui akun Twitter-nya, Senin (2/8/2021).


Fadli Zon ingatkan ada hukuman pidana


Fadli Zon berharap rencana donasi tersebut tidak bohong. Jika berbohong, katanya, ada sanksi pidana yang bisa menjerat.


"Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Klu ternyata bohong, bisa dikenakan pasal2 di UU No.1 tahun 1946," tulis Fadli lagi.


Tentang donasi Akidi Tio Rp2 triliun, Mahfud MD: Semoga ini nyata


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga mengomentari Akidi Tio. Dalam komentarnya, Mahfud berharap agar donasi tersebut benar-benar nyata.


"Waktu saya Menham ada orang mengaku punya sekoper uang dollar Amerika nilai perlembarnya 1000 dollar. Ketika saya tanya ke BI diketawain, karena USA hanya mencetak lembaran uang paling tinggi 100 dollar," kata Mahfud melalui akun Twitter-nya.


"Ada juga yang minta bantu menggali harta karun tapi tak jelas. Semoga yang Akidi Tio ini nyata," lanjutnya.


Cerita Bamsoet tentang Akidi Tio yang berkontribusi paling besar setelah Bill Gates


Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan Akidi Tio adalah seorang dermawan sejati.


"Ternyata dialah penyumbang terbesar di Sumsel dan Indonesia, baik itu panti asuhan yatim, orang cacat, buta, dan lain-lain. Selalu pakai No Name atau Hamba ALLAH," kata Bambang dari akun Instagramnya, @bambang.soesatyo, dikutip dari Jumat (30/7/2021).


"Ternyata dia (Akidi Tio) orang ke-2 sedunia yang menyumbang terbanyak sesudah Bill Gates," lanjut politisi yang akrab disapa Bamsoet itu.


Bamsoet mengatakan Akidi Tio pernah tinggal di Palembang, Sumatera Selatan. Selama di Kota Duku, Akidi Tio memulai bisnis kecap. Usaha ini kemudian berkembang hingga memiliki pabrik kecap.


Akidi Tio, lanjut Bamsoet, juga memiliki pura di 10 Ulu Palembang dan sejumlah tempat lainnya. Selain itu, Akidi Tio juga memiliki perusahaan kelapa sawit bernama PT Cipta Futura di Sumatera Selatan.


"Sejak dulu dia hidup di keluarga Thong Ju, China Palembang, yang kaya era Sukarno, pamannya (merupakan) Menteri Perdagangan Singapore," katanya.