Tuesday, July 20, 2021

Pandemi Covid-19 Gelombang 2 Bikin Chip Semikonduktor Makin Langka

 

Gambar : Ilustrasi

MEDIA TANGKASWabah baru Covid-19 di Asia dikabarkan akan membuat rantai pasokan global makin tertunda dan memperburuk kondisi kekurangan chip semikonduktor global.

Dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Taiwan yang merupakan hub signifikan untuk pembuatan chip, saat ini mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Pada Sabtu, 12 Juni 2021, Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan mengumumkan terdapat sebanyak 251 kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi dan 26 orang meninggal dunia.

Satu hari sebelumnya, Jumat 11 Juni 2021, lembaga tersebut melaporkan sebanyak 287 kasus baru dan 24 kematian. Kasus Covid-19 tercatat telah meningkat sejak awal Mei 2021 lalu.

"Mulai 10 Mei, infeksi Covid-19 melonjak dari angka satu menjadi tiga digit dalam hitungan hari," South China Morning Post melaporkan, sebagaimana dikutip dari The Verge, pada Minggu 13 Juni 2021.

Wabah ini berdampak besar pada setidaknya satu perusahaan chip besar di Taiwan.

"Di King Yuan Electronics Co., menjadi salah satu perusahaan pengujian dan pengemasan chip terbesar di pulau itu, lebih dari 200 karyawan telah di tes positif Covid-19 bulan ini. Sementara 2.000 pekerja lainnya sedang dikarantina sehingga memotong sepertiga pendapatan perusahaan," dikutip dari The Wall Street Journal.

TSMC, yang membuat chip untuk Apple, Qualcomm, dan banyak perusahaan teknologi besar lainnya, mengatakan belum terpengaruh.

Meski demikian, perusahaan memperingatkan pada April lalu bahwa kekurangan chip diprediksi bisa berlangsung hingga tahun 2022 mendatang.

Pabrik-pabrik di Malaysia juga dilaporkan tengah mengalami perlambatan kemampuan manufaktur karena kasus Covid-19.

Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia mengatakan aturan lockdown akan mengurangi produksi antara 15 persen hingga 40 persen.

Pusat pengiriman di Asia juga terkena dampak pandemi. Misalnya, Yantian, pelabuhan peti kemas utama di Shenzhen, menurun 30 persen dari aktivitas normalnya.