Sumber foto: SP/Joanito De Saojoao
Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar RS Wisma Atlet tidak disalahgunakan oleh oknum terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari luar negeri.
Koordinasi ini menyusul laporan BP2MI tentang insiden tidak mengenakan yang dialami TKI yang baru pulang dari luar negeri dan harus menjalani isolasi di wisma atlet.
“Saya akan segera berkoordinasi dengan panglima TNI, agar Wisma Atlet benar-benar menjadi tempat penampungan untuk karantina, dan tidak digunakan untuk hal lain yang disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemalakan pada pekerja migran Indonesia,” kata Benny seperti dikutip ANTARA, Kamis (15 / 4/2021).
Pekerja migran yang kembali harus dikarantina
Pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri, kata Benny, memang harus dikarantina sesuai protokol kesehatan yang diatur Satgas COVID-19, di fasilitas yang sudah disediakan, seperti Wisma Atlet Pademangan atau tempat lain.
“Karantina itu, sebagaimana yang diatur Gugus Tugas harus dipatuhi oleh seluruh warga negara baik Indonesia atau asing yang baru datang dari luar negeri, semua harus mematuhi demi keselamatan seluruh warga negara Indonesia dan negara kita sudah menyiapkan wisma atlet,” pungkasnya.
TKI harus diisolasi selama lima hari
Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari luar negeri wajib menjalani isolasi terlebih dahulu selama lima hari, sesuai dengan Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tanggal 9 Februari 2021.
Untuk para pekerja migran Indonesia tersebut, pemerintah telah menyiapkan tempat karantina di RS Darurat Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.
Diperkirakan selama Ramadhan ini, lebih banyak lagi TKI yang akan kembali ke Indonesia, sehingga Satgas COVID-19 akhirnya berinisiatif menyiapkan tower satu di Wisma Atlet Kemayoran sebagai cadangan karantina.
Koordinator RS Wisma Atlet masih melakukan pengecekan laporan
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Satgas Ratmono mengaku akan mengecek laporan dugaan pemalakan terhadap buruh migran tersebut.
“Kami yang di Kemayoran belum ada laporan ke saya, maaf kami akan cek,” ujarnya melalui pesan singkat, Kamis.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas
