Friday, March 26, 2021

Sekjen PBNU Sebut Vaksin AstraZeneca Termasuk Kategori Hifdzun Nafs

 

Santri memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). Seluruh santri Pondok Pesantren Lirboyo ditargetkan mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca sebelum bulan ramadan sebagai upaya menanggulangi penyebaran COVID-19 di lingkungan pesantren. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa.


Sekretaris Jenderal PBNU, A Helmy Faishal menegaskan, penggunaan vaksin AstraZeneca saat ini bersifat wajib. Pernyataan Helmy disertai dengan penjelasan mengapa penggunaan vaksin AstraZeneca wajib hukumnya di mata agama.


Memang, menjadi polemik yang berkembang terkait penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia. Namun karena situasi darurat pandemi COVID-19, Helmy menyatakan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca bersifat wajib dan telah dipelajari secara ilmiah oleh para ulama.


“Lembaga Bathsul Masail PWNU Jawa Timur telah melakukan kajian yang menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca suci dan halal. Bahkan, bukan hanya melakukan kajian, para ulama NU di Jatim sudah melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin AstraZeneca,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu. (24/3/2021).


Program vaksinasi COVID-19 termasuk dalam kategori hifdzun nafs


Program vaksinasi, termasuk menggunakan vaksin AstraZeneca, di tengah pandemi COVID-19, tegas Helmy, masuk dalam kategori hifdzun nafs. Artinya ini adalah upaya melindungi jiwa yang merupakan salah satu prinsip dasar ajaran Islam.


“Kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam,” kata Helmy.


Orang yang telah divaksinasi adalah pahlawan kemanusiaan


Helmy melanjutkan, orang yang sudah mendapat vaksin tersebut sudah tergolong pahlawan kemanusiaan. Ini karena vaksinasi berguna untuk mencegah peningkatan korban jiwa saat terjadi pandemi.


"Siapa saja yang mau menjadi relawan dalam program vaksinasi, layak disebut sebagai pahlawan kemanusiaan," katanya.


Tidak ada lagi perdebatan tentang vaksin AstraZeneca


Helmy menjelaskan, kehalalan vaksin AstraZeneca tidak lagi menjadi bahan perdebatan. Fokus saat ini, tegas Helmy, adalah mematahkan pandemi COVID-19.


“Kita tentu merindukan kehidupan normal, anak-anak kembali bisa bersekolah, ekonomi membaik, rumah ibadah ramai dengan aktivitas peribadatan, dan segala bentuk kehidupan normal lainnya. Itu semua bisa dicapai salah satunya dengan program vaksinasi ini,” ujarnya.


Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga negara Indonesia, umat Islam, dan khususnya warga NU untuk mendukung penuh program vaksinasi.


“Sebab program itu merupakan ikhtiar lahiriah dan jasmani yang penting untuk berjihad memerangi wabah COVID-19,” kata Helmy.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas