Wednesday, March 31, 2021

PSKP UGM Sebut Perekrutan Anggota JAD Melalui Medsos

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Muhammad Najib Azca mengatakan, semua aksi terorisme pasca 2010 merupakan jaringan yang relatif baru. Terakhir oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan jaringan dan variannya yang beragam.


Menurutnya, meski saat ini hanya kelompok kecil, mereka tetap melakukan perekrutan. Sebagai gerakan bawah tanah dan kelompok yang tidak muncul di permukaan, jumlahnya tidak banyak, tetapi mereka masih aktif mencari simpul-simpul dan pengaruh.


“Data terakhir dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) atau Densus ada sekitar 6 ribu anggota atau pendukung Jamaah Islamiyah, dan itu pun hanya 10 persen anggota yang aktif dan lainnya hanya sebagai simpatisan. Sementara, untuk JAD lebih sulit lagi untuk dideteksi,” ujarnya dikutip laman ugm.ac.id, Senin 29 Maret 2021.


Rekrutmen paling aktif melalui media sosial


Najib mengatakan, rekrutmen paling aktif dilakukan melalui media sosial, meski tidak selalu mudah. Riset terkini tentang perekrutan TKW (tenaga kerja wanita) yang bekerja di luar negeri menjadi incaran kelompok radikal tersebut.


“Para TKW Indonesia ini, sebagai orang yang terelenimasi dari wilayahnya atau tercerabut dari daerah asalnya. Sehingga para TKW Indonesia di luar negeri ini biasanya mengalami kegalauan dan dengan lingkungan tidak begitu dikenal,” ujarnya.


Direkrut dan kemudian masuk pengajian di Telegram


Najib mengatakan, sebagian besar TKW memiliki internet yang baik dan menghabiskan waktunya untuk berselancar di dunia maya, mencari berbagai informasi di internet. Mereka biasanya kemudian dihadapkan pada ajaran radikalisme, kemudian bergabung dengan kelompok pengajian.


“Biasanya mereka dilihat dan didekati oleh kelompok-kelompok ini. Lalu, didekati lalu direkrut lalu masuk pengajian Telegram dan mereka memilih lebih banyak menggunakan Telegram, yang konon sistem keamanannya lebih tinggi dibandingkan WhatsApp. Itu kira-kira rekrutmen tetap berlangsung dengan personal, kecil-kecil dan tidak banyak, tapi sekali dapat seperti sekarang ini, efeknya bisa seluruh dunia dengar,” ujar dosen Departemen Sosiologi, Fisipol UGM ini.


Pengaruh keyakinan ekstrim bahwa membunuh orang kafir dapat pahala surga


Untuk pendanaan, kata Najib, sumbernya beragam, dari individu dan kelompok kecil. Meski begitu, sebagian besar memiliki kemampuan ekonomi yang baik, seperti para pelaku peledakan bom Surabaya yang berasal dari kelas ekonomi menengah.


Pelaku bom Surabaya adalah seorang pengusaha. Dia punya uang, rumah bagus di kompleks real estat. Oleh karena itu, kelompok ini tidak bisa dipandang sebelah mata, dalam arti tidak selalu miskin, bahkan mereka berpendidikan dan berkecukupan secara ekonomi.


“Tidak harus dananya besar-besaran dan berasal dari luar negeri, bahkan dana-dana lokal saja. Memang faktor utamanya memang soal ideologi, bagaimana mempengaruhi keyakinan ekstrim bahwa membunuh orang kafir itu pahalanya surga. Kelompok ini pun sama dengan bom Surabaya, kira-kira keyakinannya memerangi orang kafir itu jihad, pahalanya surga. Bahkan, yang Surabaya itu kan mengajak anak-anaknya,” kata Najib.


Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis


Menurut Najib, banyak yang telah dilakukan pemerintah sejak tahun 2000 hingga saat ini dalam memerangi ekstrimisme dan terorisme. Artinya, pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk mengurangi kerusakan yang cukup besar.


Saat ini, menurut Najib, hal utama yang perlu dilakukan adalah melakukan fungsi deteksi.


Intelijen yang dilakukan oleh pemerintah dapat bekerjasama dengan pimpinan-pimpinan masyarakat atau tokoh masyarakat, karena bagaimanapun juga sumber daya pemerintah yang terbatas. Densus dan BNPT memiliki sumber daya yang terbatas.


“Kalau tidak partisipatif ya tidak mungkin. Kira-kira kesadaran terorisme sebagai musuh bersama itu betul-betul luas, harus melibatkan banyak tokoh dan kemudian mereka pro-aktif terhadap sesuatu yang berpotensi, perlu melakukan langkah-langkah preventif, langkah-langkah persuasif hingga melaporkan kepada lembaga negara bila kemungkinan ada ancaman yang lebih tinggi," kata Najib.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas